ALLAH MAHA DEKAT, APALAGI DI BULAN RAMADHAN

Allah menciptakan kita adalah agar kita mengenal-Nya, mencintai-Nya dan taat menyembah kepada-Nya semata, tanpa sekutu bagi-Nya. Allah mengenalkan diri-Nya kepada kita melalui pintunya yang paling lebar dan besar yaitu asmaul husna.

Diantara asmaul husna adalah “Al-Qorib” (Yang Maha Dekat). Nama ini disebut oleh Allah 3 kali dalam al-Qur’an:

  1. QS al-Baqoroh: 186

(وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ)

186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.

2. QS Hud: 61

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ

61. dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shalih. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”

3. QS Saba’: 5:

قُلْ اِنْ ضَلَلْتُ فَاِنَّمَآ اَضِلُّ عَلٰى نَفْسِيْۚ وَاِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوْحِيْٓ اِلَيَّ رَبِّيْۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ

50: Katakanlah, “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha-dekat.”

Dari ketiga ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia Maha Dekat; mendengar dan menjawab orang yang berdoa, apabila dia memohon dan memanjatkan doa kepada Allah. Bukan kepada Malaikat apalagi jin dan makhluk yang lain.

Arti Allah Maha dekat adalah, Allah tidak jauh, Allah dekat dengan ilmu-Nya, pengawasan-Nya, kekuasaan-Nya terhadap seluruh makhluk-Nya, dan Maha dekat secara khusus kepada yang berdoa kepada-Nya dengan mendengarkan doanya dan mengabulkannya.

Maka di tengah ayat-ayat puasa Allah menyebutkan ayat doa, dan disitu Allah mengenalkan dirinya sebagai Yang Maha dekat bagi orang yang berdoa kepada-Nya. Ini artinya Allah ingin agar manusia itu mengenal Allah, beriman kepada Allah, beribadah kepada Allah, mendekat kepada Allah, dengan memperbanyak ibadah dan doa kepada-Nya apalagi di bulan Romadhan yang juga merupakan bulan doa.

Imam Ibnu Katsir menyebutkan sebab nuzul ayat ini yaitu ada seorang arab baduwi bertanya: Wahai Rasulullah apakah Tuhan kita Dekat sehingga kita bermunajat kepada-Nya, ataukan Ia Jauh sehingga kita memanggil-Nya? Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam terdiam. Maka Allah menurunkan ayat 186 dari surat al-Baqoroh ini.

Dalam shohih Bukhori dan Shohih Muslim disebutkan:

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ -رضي الله عنه- قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلّى الله عليه وسلّم- فَكُنَّا إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى وَادٍ هَلَّلْنَا وَكَبَّرْنَا ارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا، فَقَالَ النَّبِيُّ -صلّى الله عليه وسلّم-: “يَا أَيُّهَا النَّاسُ! ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ؛ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا، إِنَّهُ مَعَكُمْ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتعالى جَدُّهُ”.

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu anhu berkata: Kami bersama Nabi ﷺ (sepulang dari perang Khaibar tahun 7 H), Maka Kami melihat lembah di hadapan kita, kita bertahlil dan bertakbir, suara kita meninggi (keras). Maka Nabi ﷺ berkata: Wahai manusia, sayangi diri kalian, kalian tidak sedang memanggil Tuhan yang tuli dan tidak pula Tuhan yang Jauh, sesugguhnya Dia bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha Dekat, Maha suci Nama Allah dan Maha luhur kemuliaan-Nya.”

Ya, Allah Maha dekat dari hamba-Nya, sementara Dia Maha Tinggi di atas arsy-Nya; Dia mengetahui semua yang rahasia, termasuk yang ada di dalam hati manusia, Dia Dekat dengan ilmu dan kekuasaan-Nya, kepada semua makhluk-Nya, dan Dekat kepada hamba-Nya yang beriman dengan kasing sayang, dan kelembutan-Nya, mendengarkan pujiannya dan menjawab doa-doanya. Ini kedekatan khusus kepada yang beriman. Barang siapa mendekat kepada Allah sejengkal maka Allah mendekat kepadanya sehasta, barang siapa mendekat kepada Allah sehasta maka Allah mendekat kepadanya sedepa, siapa yang datang kepada Allah dengan berjalan maka Allah datang kepadanya dengan berlari, sebagaimana hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam:

«إِذَا تَقَرَّبَ العَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِذَا أَتَانِي مَشْيًا أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً» (رواه البخاري ومسلم عن أنس رضي الله عنه عن أبي هريرة رضي الله عنه)

Sifat Kemahadekat Allah subhanahu wata’ala ini adalah haqiqi sesuai dengan kesempurnaan dan keesaan Allah, tidak seruapa dengan apapun, dan Dia Maha Tinggi di atas segela makhluq-Nya, dia atas Arasy-Nya.

Sekali lagi kedekatan Allah ini memiliki dua pengertian dan petunjuk:

Pertama adalah kedekatan umum dengan ilmu-Nya, pengawasan-Nya, persaksian-Nya, peliputan-Nya dan kekuasaan-Nya. Allah berfirman:

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَنَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِهٖ نَفۡسُهٗ ۖۚ وَنَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ الۡوَرِيۡدِ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Qaf: 16)

Kedua: Kedekatan khusus dari para hamba-Nya yang dengan sukarela beriman, beribadah dan berdoa kepada-Nya dan mencintai-Nya. Ini adalah kedekatan yang tidak diketahui hakekatnya tetapi diketahui pengaruhnya yaitu berupa perhatian-Nya kepada hamba-Nya dan taufiq-Nya kepadanya. Juga dijawab-Nya doa hamba-hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya, dan pertolongan serta kemenangan-Nya yang diberikan kepada pada mujahid yang berjuang di jalan-Nya.

Oleh karena itu kalau kita sudah mengenal Allah dengan namanya “al-Qorib” dan kedekatan-Nya kepada kita, dan mendekat-Nya kepada hamba-Nya yang berdo’a dan bermunajat kepada-Nya maka sudah seharusnya kita merasakan bahagia di dunia dan di surga.

Diantara kebahagian kita di dunia adalah:

  1. Kita merasa aman dan semangat, karena Allah Yang Maha Kuasa dan Perkasa dekat dengan kita dimana saja, dan Dia menjawab semua permohonan kita. Oleh karena itu doanya orang muslim saat musafir adalah:

«سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ» ، وَإِذَا رَجَعَ قَالَهُنَّ وَزَادَ فِيهِنَّ: «آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ» (رواه مسلم عن ابن عمر)

Di situ dia mengatakan “Ya Allah Engkau adalah teman kami dalam perjalanan ini”. Dia juga mengatakan: “Dan Engkau yang menggantikan aku untuk menjaga keluargaku yang ku tinggal”.

Di sini kita ingat bahwa ucapan sebagian orang zaman dulu –bahkan masih kita dengar sekarang- saat melintas di daerah yang angker agar ia selamat maka ia mengatakan: “Mbah, putu panjenengan tumut lintang” (Kakek, cucu Anda ikut lewat) –atau ucapan yang semisal-. Ini jelas minta izin agar selamat dari ganngguan makhluk ghaib bukan kepada Allah tetapi kepada “Kekuatan ghaib yang menunggui tempat itu”. Ini menunjukkan pengucapnya belum mengenal kemaha dekatan Allah, dan jika dia muslim maka ini membahayakan agamanya, sebab rawan melakukan kesyirikan tanpa sadar.

Oleh karena itu pula Nabi ﷺ yang sayang kepada umatnya mengajarkan kepada kita bahwa syirik itu lebih lembut dari jalannya semut, lalu menyuruh kita agar bebas dari dosa syirik kecil dan besar dengan berdoa “Ya Allah aku mohon perlindungan kepada-Mu jangan sampai aku menyukutukan-Mu sementara aku tahu, dan aku mohon ampun kepada-Mu untuk apa yang aku tidak tahu.” Sebagaimana hadits berikut:

عن معقل بن يسار قال انْطَلَقْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: (يَا أَبَا بَكْرٍ لَلشِّرْكُ فِيكُمْ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ) فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَهَلِ الشِّرْكُ إِلَّا مَنْ جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخر؟ قال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَلشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ، أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى شَيْءٍ إِذَا قُلْتَهُ ذَهَبَ عَنْكَ قَلِيلُهُ وَكَثِيرُهُ؟ قَالَ: (قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لما لا أعلم) رواه البخاري في الأدب المفرد، صحيح ـ ليس في شيء من الكتب الستة)K

2. ita merasa tenang dan teguh dalam beragama dan berjuang di jalan-Nya, apapun rintangannya, selama kita bersama Allah. karena Allah berfirman:

اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ (التوبة: 40)

40. Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.K

3. ita merasa yaqin menang dan optimis, sebab Allah yang sudah berjanji itu Maha dekat dengan kita, dan tidak ada satu pun yang bisa menghalangi kita dari-Nya, dan yang bisa mengalahkan kekuatan-Nya. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ، يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَإِذَا سَأَلْتَ، فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ، فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، قَدْ جَفَّ الْقَلَمُ بِمَا هُوَ كَائِنٌ، فَلَوْ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ جَمِيعًا أَرَادُوا أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللهُ عَلَيْكَ، لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ، وَإِنْ أَرَادُوا أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللهُ عَلَيْكَ، لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ، وَاعْلَمْ أنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا، وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “(رواه أحمد، عن عبد الله ابن عباس رضي الله عنهما)

Kemudian jiga kita ingin mendekatkan diri kepada Allah maka harus mengetahui dan memanfaatkan tempat-tempat atau waktu-waktu atau keadaan dimana Allah sangat dekat dengan kita, yaitu:

1. Saat kita memperbanyak ibadah sunnah, apalagi di bulan Ramadhan. Saat hamba istiqomah mendekatkan dirinya kepada Allah memperbanyak menambah ibadah-ibadah sunnah maka Allah mencintainya. Rasulullah ﷺ bersabda:

” قَالَ اللهُ تَعَالَى: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ , كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ , وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ (رواه البخاري عن عائشة رضي الله عنها)

2. Saat kita sujud. Oleh karena itu dianjurkan kita memperbanyak sujud, dan memperbanyak doa saat sujud, apalagi di bulan Ramadhan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ» (رواه مسلم)

3. Saat kita sholat, berdoa dan beristighfar di sepertiga malam terakhir, apalagi di bulan Ramadhan:

عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ حَبِيبٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ، يَقُولُ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ» : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الوَجْهِ (رواه الترمذي وصححه الألباني)R

4. Rajin berdakwah: amar makruf ,nahi anil munkar, dan mengajarkan kebaikan kepada manusia.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ البَاهِلِيِّ، قَالَ: ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا عَابِدٌ وَالآخَرُ عَالِمٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَضْلُ العَالِمِ عَلَى العَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ» ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ» : «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ» سَمِعْتُ أَبَا عَمَّارٍ الحُسَيْنَ بْنَ حُرَيْثٍ الخُزَاعِيَّ، يَقُولُ: سَمِعْتُ الفُضَيْلَ بْنَ عِيَاضٍ، يَقُولُ: «عَالِمٌ عَامِلٌ مُعَلِّمٌ يُدْعَى كَبِيرًا فِي مَلَكُوتِ السَّمَوَاتِ» (رواه الترمذي)

Inilah yang difahami oleh Imam Ibnul Jauzi rahimahullah dalam kitabnya Shaidul Khathir:

ثم ألست تبغي القرب منه؟! فاشتغل بدلالة عباده عليه، فهي حالات الأنبياء عليهم الصلاة والسلام! أما علمت أنهم آثروا تعليم الخلق على خلوات التعبد، لعلمهم أن ذلك آثر عند حبيبهم؟! أما قال الرسول صلى الله عليه وسلم لعلي رضي الله عنه: “لأن يهدي الله بك رجلًا خير لك من حُمْرِ النَّعَم” 1؟! (صيد الخاطر (ص: 52))

Maka sibukkanlah dirimu dalam mengajak manusia kepada kebaikan, mengajarkan dan mengingatkannya, maka itu akan membantumu menjadi orang yang dekat kepada Allah. insyaAllah.

Agus Hasan Bashori (Ketua Pembina PULDAPII, Ketua YBM, Anggota al-Robithoh al-Alamiyah Lilmusnidin)

Ahad, 6 Ramadhan 1445 H

  • Saya ijazahkan makalah ini kepada siapa yang membacanya secara khusus.

Leave a Reply